Lagi musim tercydukk tsaayyy
serem-serem gimana gitu yaa denger cerita yang lagi viral tentang orang ketiga. Jadi inget pepatah lama, diantara wanita dan pria orang ketiganya adalah "setan" heuuu.
Baca juga sey di surat An Nissa ayat ke 3, tentang menikahi perempuan yang disenangi boleh 1,2 atau 3 namun bila khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang saja, yg demikian lebih dekat kepada tidak aniaya.
Dapat adilkah ? Wallohu, tapi adil itu yang merasakan adalah pribadi masing".
Hari aja ada 7 sulit untuk dibagi 2 apalagi 3, kalau istri mungkin bisa memaklumi kalau suaminya tidak pulang, tapi anak pasti akan bertanya-tanya #bapamanabapa.
Istri pertama setia menemani disaat-saat ekonomi suami sulit, bisa diajak makan sehari sekali, bisa diajak pergi-pergian naik angkot, dibawa pulang kampung naik bis ekonomi, ngaturin keuangan yang kurang dari pas"an, makan romantis di warung pecel lele, beli baju setaun sekali, beli sepatu yang 50rb an, beli tas prelove dan lain-lain yang memprihatinkan. Benarkah istri pertama mau diajak susah ? TIDAKKKK MARISOOOLLLLLL
Tidak ada perempuan yang mau hidup susah, sekarang dirimu lagi susah ? namun istri-mu masih bertahan hingga saat ini ? Itu bukan karena perempuan mau diajak susah, namun perempuan punya rasa kasih sayang yang amat besar pada suaminya, percaya bahwa suaminya sedang berusaha untuk dirinya.
Lalu setelah sukses mencari atau jatuh cinta lagi pada perempuan lain, klise banget ya susah bersama istri setelah sukses bersama perempuan lain, nyicil (say : riba riba riba) KPR, mobil, rumah perabotan sama istri, eh dia yang lebih muda langsung dibeliin mobil, rumah, apartement, kontrakan, emas, hengpon, sawah, kerbau mungkin juga tanah ukuran 1x2, heuu .... please lahh jangan jadi orang yang mainstream.
Baca juga sey di surat An Nissa ayat ke 3, tentang menikahi perempuan yang disenangi boleh 1,2 atau 3 namun bila khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang saja, yg demikian lebih dekat kepada tidak aniaya.
Dapat adilkah ? Wallohu, tapi adil itu yang merasakan adalah pribadi masing".
Hari aja ada 7 sulit untuk dibagi 2 apalagi 3, kalau istri mungkin bisa memaklumi kalau suaminya tidak pulang, tapi anak pasti akan bertanya-tanya #bapamanabapa.
Istri pertama setia menemani disaat-saat ekonomi suami sulit, bisa diajak makan sehari sekali, bisa diajak pergi-pergian naik angkot, dibawa pulang kampung naik bis ekonomi, ngaturin keuangan yang kurang dari pas"an, makan romantis di warung pecel lele, beli baju setaun sekali, beli sepatu yang 50rb an, beli tas prelove dan lain-lain yang memprihatinkan. Benarkah istri pertama mau diajak susah ? TIDAKKKK MARISOOOLLLLLL
Tidak ada perempuan yang mau hidup susah, sekarang dirimu lagi susah ? namun istri-mu masih bertahan hingga saat ini ? Itu bukan karena perempuan mau diajak susah, namun perempuan punya rasa kasih sayang yang amat besar pada suaminya, percaya bahwa suaminya sedang berusaha untuk dirinya.
Lalu setelah sukses mencari atau jatuh cinta lagi pada perempuan lain, klise banget ya susah bersama istri setelah sukses bersama perempuan lain, nyicil (say : riba riba riba) KPR, mobil, rumah perabotan sama istri, eh dia yang lebih muda langsung dibeliin mobil, rumah, apartement, kontrakan, emas, hengpon, sawah, kerbau mungkin juga tanah ukuran 1x2, heuu .... please lahh jangan jadi orang yang mainstream.
ya begitulah, semoga rumah tangga kita terhindar dari godaan orang ketiga yang terkutluk.
Semoga saudari" ku se FB bisa mendapatkan jodoh yang masih single dan perjaka hahahahaaa, semoga kalian bisa berjuang bersama menuju kesuksenan yang di harapkan. Indahnya cinta ada dalam pengorbanan. Berkorbanlah untuk hal bersabar, ingatlah uang bukan jalan kebahagian, banyak uang tapi hidup tidak terhormat, berbahagia tapi ada orang yang teraniaya, memiliki tapi merebut.
Semoga saudari" ku se FB bisa mendapatkan jodoh yang masih single dan perjaka hahahahaaa, semoga kalian bisa berjuang bersama menuju kesuksenan yang di harapkan. Indahnya cinta ada dalam pengorbanan. Berkorbanlah untuk hal bersabar, ingatlah uang bukan jalan kebahagian, banyak uang tapi hidup tidak terhormat, berbahagia tapi ada orang yang teraniaya, memiliki tapi merebut.