Jumat, 09 September 2016

Me Before You

Kemarin aku sempetin nonton film Me Before You, film yang sungguh bikin kita senyum-senyum sendiri, berkhayal dan membuat kita menghelakan nafas.
Film yang sangat menarik dengan karakter yang unik dan pemilihan aktor & aktris yang sangat pas bikin film ini jadi sempurna dan bikin kita baperrr abis.
Nyeritain seorang cewe yang tinggal disebuah small town, bernama Lou Cark yang diperanin sama Emilia Clarke, si Lou ini adalah cewe yang supel, cerewet (pinter), ramah dan suka senyum dalam segala kondisi (perannya cocok banget dimainin sama si Emilia ini karna senyum lebarnya pas banget sama karakter Lou yang doyan senyum), karna si Lou ini pasionnya ke fashion so gaya fashionnya suka unik" dan fresh dia juga paling suka pakai stocking gitu, chic banget deh gayanya, suka!
Si Lou ini adalah type orang yang seneng berkorban buat orang lain terutama buat keluarganya donk.
Kebanyakan cewe" di kota dia bakalan pindah ke kota yang lebih gede kaya ke London atau kemanalah tapi si Lou ini milih tinggal di kota ini karena dia mesti bantuin ekonomi keluarga dia, ayah dia jobless dan sulit dapet job, sedangkan ibunya ibu rumah tangga dan kakaknya seorang single parent yang kebetulan sulit kerja dan berencana lanjutin kuliah demi masa depan anaknya.
Sebenernya si Lou ini juga dapet bea siswa untuk kuliah di Manchaster tapi ga dia ambil demi untuk bantuin keluarga dia.
Lou punya cowo namanya Patrick si patrick ini hobinya jogging and everything is Jogging buat dia, lama pacarannya 7 tahun lama banget yaa, kalau sambil nyicil KPR dan mu lunas keless.
Tapi selama 7 tahun ini si Lou not really sure that she love him, kadang dalam real life juga kita sering terjebak dalam hubungan lama, dimana kita tuh pacaran for a long really long timeee tapi kita masih belum bisa yakin bahwa dia-lah orangnya. Nah begitulah si Lou dia terjebak dalam hubungan lama yang mungkin tiada arti.
Duh jadi pengen bahas euy tentang "terjebak dalam hubungan lama" di next post aja ya.
Nah sekarang karakter cowonya adalah Will Traynor diperankan oleh Sam Claflim, di film ini si Sam look so gentle and flamboyant dan sangat karismatik.
Dulunya si Will ini adalah orang yang sangat menikmati hidup dan seneng dengan sejuta tantangan dan olahraga" extreme kaya skydyving, hiking dan lain" pokoknya olahraga extreme dan elit karna si Will ini adalah anak orang tajir secara dia tinggalnya juga di kastil gitu, pangeran lah ya.
Di permulaan film ini diliatin si Will yang lagi adegan kasur sama cewenya Alicia, lalu kemudian dia pergi buat kerja tadinya dia mu pergi pake angkot tp supir angkotnya lagi pada demo hahahahaaa,
Nggalah dia tadinya mu pake motor tp gak jadi karena hujan lebat dan membahayakan, akhirnya dia pilih jalan kaki dan mencari taksi, pada saat dia mau memberhentikan taksi tanpa disadari dari arah kiri apa kanan gitu ya melaju dengan kencang sepeda motor dan akhirnya "Boooommmm" kecelakaan tidak terhindar dan si will ini ketabrak.
Setelah adegan pembuka yang mengenaskan itu, screen langsung di alihkan di cerita peran lain yaitu cerita si Lou yang sedang kerja di toko Bakery & Tea gitu, dengan pakaian vintage nya dia melayani para pengunjung yang kebanyakan lansia, dia melayani dengan segenap hati dan senyum lebar yang menyejukan, everybody like her. Tapi sayang hari itu hari terakhir dia kerja di toko itu padahal dia seneng banget kerja disana, namun karena itu adalah kota kecil dimana yang tinggal disana ngga terlalu banyak sehingga bikin toko itu bangkrut.
Pulanglah si Lou ini kerumahnya, orang rumahnya ribut sekali mengetahui si Lou uda gak punya kerja, terutama ibunya yang sangat khawatir (iyelah ibu" suka rempong kalo anaknya ga kerja, hahhaa curhat). Dia punya temen yang tak lain adalah adiknya atau kakaknya yang single parent itu. Dia curhat juga sama cowonya si Patrick itu kalu dia uda gak kerja si Lou ini sebenernya sangat sedih sekali tapi si Patrick malah lari ajaaa tak terlalu menghiraukan si Lou (cowo ga peka, hahaha). Dia lebih mementingkan Jogging dia dari pada bersikap empati sama ceweknya, dia malah ngajak si Lou ini lari bareng dia padahal si Lou ini ga suka jogging. Si Patrick ini akhirnya memperlambat larinya agar si Lou bisa mengimbangi, sambil berlari si Patrick ngasi nasehat agar si Lou segera bangkit dari keterpurukan dia dan membandingkan si Lou sama dirinya yang uda pasti beda banget (nah inilah salahnya si Patrick atau cowo narsis kebanyakan hahahaa, saat cewenya kayak gini harusnya dia ada bukan cuma ada tapi terasa bener" ada, bukan fisiknya aja yang ada tapi jiwanya juga ada. Kayak yaudalah ga usah maksain si Lou ini buat tegar dan segera bangkit tapi pasangkan badan elooo, hati eloo, perhatian eloo, kasih dia buat bermanja ria sama elo sehari aja. Besoknya baru elo kasih dia sprit buat wake up !!! Guys, kadang cewe itu butuh 1 hari, 1 hari aja bro buat dia sedih, luapin semua emosi dan temanilah dia maka kau akan dapatkan hatinya hahahahaa. Dan setelah 1 hari penuh kesedihan esoknya perempuan akan lebih kuat).
Kembali ke cerita yaa, si Lou pun akhirnya datengin agen loker gitu, kalo disana enak banget ya ada agen real yang nyediain loker dan terorganisir bukan outsoursing kaya disini, heuu.
Agen loker ngasih pilihan beberapa pabrik buat si Lou mulai dari pabrik pengelolaan ayam sampe salon kecantikan tapi belum ada yang cocok sama si Lou sampe agennya menyerah nyariin kerjaan yang cocok tapi si Lou memelas minta dicarikan lagi dan nemulah dia sebuah loker untuk perawatan dan persahabatan buat orang cacat, dengan gaji besar dan tanpa keterampilan khusus dan dirasa cocok banget buat si Lou, tanpa pikir panjang si Lou pun langsung setuju aja.
Esoknya si Lou datang buat interview dan masuklah ia kesebuah kastil besar, di pintu rumah tampak seorang suster yang berlalu pergi. Kedatangan si Lou disambut hangat oleh Camilia Treynor sang pemilik rumah sekaligus ibu nya si Will Treynor (jangan berharap bertemu ibu" kaya yang jahat dan undersetimit seperti yang ada di sinetron" dan drama India, hahahaa) si Camilia ini ibu tajir nan elegan, british" gitulah.
Si Lou datang dengan baju ibunya, blazer monokrom motif kotak" yang sering kita liat di film tahun 80an lah ya dilengkapi dengan rok mini yang menyesakan. Interview lah si Lou sama ibu Camilia, si Lou menjawab semua pertanyaan dengan gaya khas dia yang polos dan berbelit dan sedikit candaan" yang agak sensitive, saat interview rok si Lou robek dan bikin dia semakin ga konsen buat interview.
Dan hal itu membuat ibu Camilia memberikan pertanyaan yang mendasar pada keinginan si Lou. dan si Lou pun meracau dan menganggap kalau pasien yang cacat itu adalah suaminya, sehingga membuat ibu Camilia menjelaskan kalau yang sakit adalah anaknya. Dan si Lou minta maaf atas kesalahannya dan bilang kalo dia gugup sehingga bilang hal" bodoh. Kemudian datanglah suami si Camilia dari arah pintu belakang dalam keadan jajag waringkas alias sehat walafiat dan hal ini membuat si Lou malu dan tampak bodoh karena telah mengira bahwa suami si ibu Camilia ini pasien cacatnya.
Tapi hal itu malah bikin ibu Camelia nodong si Lou apakah si Lou mau banget sama kerjaan ini dan tentu jawaban si Lou mau karena dia emang lagi butuh duit banget.Hari itupun dia langsung disuruh kerja dan dikenalin sama si Will, disebelah si Will ada perawat yang namanya Nathan, selama dua tahun si Nathan ngerawat si Will, ngemandiin, ngebokin dll karena kondisi si Will ini uda parah banget, seluruh badan dia uda gak bisa di gerakin, dia idup tapi cuma bisa ngomong, ngedip doank, cuma bagian otak dan kepalanya aja yang masih berfungsi.
Bisa dibayangin kan gimana perasaan si Will yang dulunya kehidupan dia liar banget, digilai cewek", punya cewe cantik yang bak super model, bos perusahaan, olahraga extreme dan sekarang cuma bisa diem dikursi roda dengan cuma bisa menggerakan sedikit jari"nya aja.
Dan yang lebih" adalah orang" terdekat si Will kayak ortunya dan pacarnya yang harus ngadepin si Will, harus ngasih semangat hidup yang pasti susah bangetlah. Dari kecelakaan itu si Will jadi bersikap pesimis, gak pernah ceria dan sangat sulit di dekati orang karena dia ga mau dikasihani oleh semua orang. Selama ini dia hanya tinggal dirumah sama orangtuanya dan perawatnya, si Nathan. (Setelah 2 tahun hidup dengan kondisi lumpuh diapun memutuskan untuk ikut program suntik mati di Swiss (program ini diperbolehkan untuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan) hal ini membuat orangtuanya sedih dan meminta si Will memikirkannya lagi dan si Willpun minta waktu 6 bulan. Ibunyapun berfikir keras yang akhirnya mencari perawat perempuan dan berharap perawat ini bisa merubah fikirian si Will).
Apakah Si Lou ini bisa merubah fikiran si Will ? temukan jawabannya dengan langsung nonton ya :D











Kamis, 18 Agustus 2016

Alloh Dimana Engkau . .

Dahulu hidup ini bukan hanya terasa namun benar-benar hampa, aku tidak tahu siapa diriku bukan karena aku amnesia namun aku tidak bisa mengenali siapa diriku. Hatiku selalu hampa, kosong, selalu merasa kekurangan, selalu merasa tidak dicintai, merasa sendiri.
Aku selalu berkhayal untuk mengisi hatiku, khayalan yang penuh omong kosong yang membawa aku kepada kekosongan yang kekal. Khayalan itu menghabiskan seluruh waktuku yang akhirnya saat aku tersadar aku semakin merasa terpuruk karena khayalan-khayalan itu tidak akan pernah terjadi, khayalan itu merupakan sebuah pelarian dari hati yang kosong.
Aku tidak mempunyai pendirian, kekuatan dan keyakinan akan suatu hal, selalu penuh keraguan atas segala sesuatu. Aku masih mempunyai keluarga, ibu yang masih hidup, para kakak dan adik namun aku masih merasa sebatang kara karena mungkin akulah yang tidak ingin menerima mereka dalam hidupku. Aku mempunyai teman-teman namun aku masih merasa tidak ada yang memahami diriku atau mungkin aku sendiri yang terlalu meminta lebih. Sebelum menikah aku mempunyai pacar tetapi selalu merasa kesepian mungkin aku yang tak yakin akan dia dan jiwaku tidak pernah merasa puas akan apa yang ada. Aku mempunyai suami namun aku masih merasa hampa . . mungkin lah aku yang tidak mau menerima kekurangan suamiku.
Untuk mengisi kekosongan hati, untuk menjawab semua pertanyaan yang sulit ditanyakan aku memilih mencari siapa yang menciptakan ini semua. Agama-Mu hadir menyapa hidupku dan aku berusaha mempelajarinya dan menjalaninya. Aku tunaikan Shalat 5 waktu walaupun masih jauh dari sempurna namun aku berusaha untuk tidak melewatkannya. Apakah rasa hampa itu sudah hilang ? keragu-raguan lenyap ? Tidak . . Tidak pernah hilang, selalu hadir menghantui.
Saat semua tidak sesuai dengan keinginan ku, aku marah, aku hampa, aku menyerah kemudian hatiku menjadi batu dan aku menjadi sombong sehingga aku menjadi hampa, keluarga . . teman . . bahkan suami . . saat mereka tidak sesuai dengan hatiku aku cenderung ingin membuang dan mengganti mereka, sombong sungguh aku sombong !!!
Aku tidak bisa bersabar akan ujian kecil yang dihembuskan oleh-Nya, tidak mau bersabar aku mudah gusar. Sholat yang aku dirikan tidak bisa mencegahku dari berbuatan mungkar. Aku semakin dekat dengan buayan setan, semakin dekat dengan neraka. Aku semakin jauh, semakin hampa, semakin kosong, semakin terpuruk. Apakah hatiku telah dibekukan, Ya Alloh, Engkaulah Rab yang maha melembutkan hati hamba-Mu, lembutkanlah hatiku.
Pengisi hati, lama aku mencari . . . mencari seseorang untuk mengisi hatiku. Aku percayakan hatiku pada keluarga, teman, suami namun aku kecewa, mereka mengecewakanku . . Akulah yang salah bukan mereka, mereka hanya manusia biasa karena akulah yang tidak mau menerima kekurangan mereka.
Akulah yang salah aku lah yang keliru, aku selalu terlena dan terkagum-kagum akan manusia tapi aku lupa dengan Siapa yang menguasai mereka. Aku tidak bisa mengkhayalkan tentang Dia, aku tidak bisa menghadirkan Dia dalam hidupku dalam setiap ruku dan sujudku. Alloh Dimanakah Engkau, mengapa aku tidak bisa mengenalmu padalah aku sangatlah dekat dengan Nikmat dan Rahmat-Mu. Engkaulah yang bisa mengisi kekosongan dalam hatiku, jadikanlah aku Kekasih-Mu. Engkaulah yang selama ini kucari, engkaulah yang selama ini aku butuhkan Dimana Engkau. Ya Alloh aku bahkan tidak bisa menemukan-MU padahal Engkaulah yang selalu Setia.
Bimbinglah aku, berikanlah aku petunjuk, berikanlah aku hidayah-Mu.
Tunjukanlah aku jalan yang lurus, jangan yang Engkau berikan nikmat kepada mereka, bukan jalan yang Kau sesatkan dan Engkau murkai.