Dahulu hidup ini bukan hanya terasa namun benar-benar hampa, aku tidak tahu siapa diriku bukan karena aku amnesia namun aku tidak bisa mengenali siapa diriku. Hatiku selalu hampa, kosong, selalu merasa kekurangan, selalu merasa tidak dicintai, merasa sendiri.
Aku selalu berkhayal untuk mengisi hatiku, khayalan yang penuh omong kosong yang membawa aku kepada kekosongan yang kekal. Khayalan itu menghabiskan seluruh waktuku yang akhirnya saat aku tersadar aku semakin merasa terpuruk karena khayalan-khayalan itu tidak akan pernah terjadi, khayalan itu merupakan sebuah pelarian dari hati yang kosong.
Aku tidak mempunyai pendirian, kekuatan dan keyakinan akan suatu hal, selalu penuh keraguan atas segala sesuatu. Aku masih mempunyai keluarga, ibu yang masih hidup, para kakak dan adik namun aku masih merasa sebatang kara karena mungkin akulah yang tidak ingin menerima mereka dalam hidupku. Aku mempunyai teman-teman namun aku masih merasa tidak ada yang memahami diriku atau mungkin aku sendiri yang terlalu meminta lebih. Sebelum menikah aku mempunyai pacar tetapi selalu merasa kesepian mungkin aku yang tak yakin akan dia dan jiwaku tidak pernah merasa puas akan apa yang ada. Aku mempunyai suami namun aku masih merasa hampa . . mungkin lah aku yang tidak mau menerima kekurangan suamiku.
Untuk mengisi kekosongan hati, untuk menjawab semua pertanyaan yang sulit ditanyakan aku memilih mencari siapa yang menciptakan ini semua. Agama-Mu hadir menyapa hidupku dan aku berusaha mempelajarinya dan menjalaninya. Aku tunaikan Shalat 5 waktu walaupun masih jauh dari sempurna namun aku berusaha untuk tidak melewatkannya. Apakah rasa hampa itu sudah hilang ? keragu-raguan lenyap ? Tidak . . Tidak pernah hilang, selalu hadir menghantui.
Saat semua tidak sesuai dengan keinginan ku, aku marah, aku hampa, aku menyerah kemudian hatiku menjadi batu dan aku menjadi sombong sehingga aku menjadi hampa, keluarga . . teman . . bahkan suami . . saat mereka tidak sesuai dengan hatiku aku cenderung ingin membuang dan mengganti mereka, sombong sungguh aku sombong !!!
Aku tidak bisa bersabar akan ujian kecil yang dihembuskan oleh-Nya, tidak mau bersabar aku mudah gusar. Sholat yang aku dirikan tidak bisa mencegahku dari berbuatan mungkar. Aku semakin dekat dengan buayan setan, semakin dekat dengan neraka. Aku semakin jauh, semakin hampa, semakin kosong, semakin terpuruk. Apakah hatiku telah dibekukan, Ya Alloh, Engkaulah Rab yang maha melembutkan hati hamba-Mu, lembutkanlah hatiku.
Pengisi hati, lama aku mencari . . . mencari seseorang untuk mengisi hatiku. Aku percayakan hatiku pada keluarga, teman, suami namun aku kecewa, mereka mengecewakanku . . Akulah yang salah bukan mereka, mereka hanya manusia biasa karena akulah yang tidak mau menerima kekurangan mereka.
Akulah yang salah aku lah yang keliru, aku selalu terlena dan terkagum-kagum akan manusia tapi aku lupa dengan Siapa yang menguasai mereka. Aku tidak bisa mengkhayalkan tentang Dia, aku tidak bisa menghadirkan Dia dalam hidupku dalam setiap ruku dan sujudku. Alloh Dimanakah Engkau, mengapa aku tidak bisa mengenalmu padalah aku sangatlah dekat dengan Nikmat dan Rahmat-Mu. Engkaulah yang bisa mengisi kekosongan dalam hatiku, jadikanlah aku Kekasih-Mu. Engkaulah yang selama ini kucari, engkaulah yang selama ini aku butuhkan Dimana Engkau. Ya Alloh aku bahkan tidak bisa menemukan-MU padahal Engkaulah yang selalu Setia.
Bimbinglah aku, berikanlah aku petunjuk, berikanlah aku hidayah-Mu.
Tunjukanlah aku jalan yang lurus, jangan yang Engkau berikan nikmat kepada mereka, bukan jalan yang Kau sesatkan dan Engkau murkai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar